Etika Komunikasi dan Kepemimpinan
Nama : Muhammad Nabil
NIM : 2209116046
Kelas : Sistem Informasi A 2022
Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Hai semua, Kembali lagi dengan saya untuk penjelasan ulang materi-materi yang disampaikan pada acara "Upgrading New Student Of System Information 2022" hari ke-5, Sabtu, 10 September 2022. Materi pada hari ini disampaikan oleh Bang Zaki dan Bang Arya.
Etika Komunikasi
Public Speaking
Merupakan persiapan seseorang untuk menyampaikan pendapat ke sekumpulan orang dengan aliran ide yang lancar. Yang dimaksud dengan aliran ide adalah pada saat kita berbicara atau public speaking, tidak ada seorang yang menggangu ide kita, seperti berbicara sendiri, tidak mendengarkan dan lain-lain. Selain itu persan yang di sampaikan harus berkelanjutan, yaitu diskusi harus berganti antara pembicara dan pendengar.
Lasswell Communication Model
Model komunikasi Lasswell merupakan salah satu model komunikasi paling tua tetapi masih digunakan prang dengan tujuan tertentu. Dikemukakan oleh Harold Lasswell, seorang ahli ilmu politik dari Yale University. Lasswell menggunakan lima pertanyaan yang perlu ditanyakan dan dijawab dalam melihat proses komunikasi, yaitu :
- Who, merujuk kepada sumber yang mengirim pesan.
- What, merujuk pada pesan yang disampaikan.
- Cahnnel, merujuk pada media yang digunakan dalam penyampaian pesan.
- Whom, merujuk kepada penerima pesan.
- Effect, Merujuk pada efek media yang ditimbulkan.
Retorika adalah ilmu dan seni yang mengajarkan kepada orang unuk terampil menyusun dan menyampaikan tuturan secara efektif untuk mempersuasi pihak lain. Tuturan yang efektif adalah memaparkan kebenaran, disiapkan dan ditata secara sistematis dan ilmiah, mengolah dan menguasai topik tutur, serta mempunyai alasan pendukung atau argumen. Aristoteles.
Teori retorika berpusat pada pemikiran mengenai retorika yang disebut Aristoteles sebagai alat persuasi yang tersedia. Maksudnya seorang pembicara yang tertarik untuk membujuk khalayaknya harus mempertimbangkan tiga bukti retoris, yaitu sebagai berikut :
Logos ( Logis, alasan, bukti pembicaraan )
- Struktur berbicara
- Referensi
- Perbandingan
Ethos ( Emosi, isi )
- Cerita
- Kutipan Interpersonal
- Jiwa Bahasa
Pathos ( Kredibilitas, Kepercaayaan )
- Personal Branding
- Keyankinan Sumber
- Krediblitas
Kepemimpinan
Cara menjadi Pemimpin
Berikut ini adalah beberapa ciri-ciri agar seseroang menjadi pemimpin yang baik untuk organisasinya, yaitu sebagai berikut :
- Karakter & Intergritas.
- Memiliki VISI dan MISI
Pemimpin yang baik harus mempunyai VISI & MISI yang jelas.
- Rendah Hati
Pemimpin harus bersifat seperi padi, semakin baik padinya semakin menunduk pula ia.
- Mendengarkan Anggotanya.
Seorang pemimpin harus bisa mendengarkan pemikiran dan masukan anggotanya.
Kenapa Harus Memiliki Pemimpin?
Jawaban dari pertanyaan tersebut adalah "kenapa tidak" Karena adanya pemimpin dalan suatu organisasi sangatlah bermanfaat bagi organisasi tersebut. Jika suatu organisasi tidak memilki pemimpin efek buruknya banyak sekali, seperti orang-orang menjadi egois dan individualis. Pemimpinan juga sangat diperlukan karena pemimpin menyelesaikan masalah perlunya kebersamaan di dalam suatu organisasi.
Pemimpin Yang Buruk
Jika ada pemimpin yang mensejahterakan organisasinya, maka adapula pemimpin buruk yang menjatuhkan organisasianya. Agar seseorang tidak menjadi pemimpin yang buruk, berikut adalah beberapa sifat-sifat seroang pemimpin buruk yang harus dihindari, yaitu :
- Otoriter, memaksakan kehendaknya dan tidak mendengarkan tanggapan orang lain.
- Lambat mengambil keputusan, yang dapat memperlambat tercapainya tujuan.
- Pilih kasih, mengutamakan seseorang dengan alasan personal dirinya, bukan kemampuannya.
Sekian penjelasan ulang dari saya, meteri yang disampaikan oleh Abang Zaki dan Bang Arya, pada Upgrading New Student Of System Information 2022 hari Sabtu, 10 September 2022. Jika ada kekurangan saya mohon maaf sebesar-besarnya. Sampai jumpa di artikel selanjutnya.
Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.


Comments
Post a Comment